Sabtu, 22 Januari 2022

TUGAS UAS TEKNOLOGI PENDIDIKAN MOHAMMAD DEBI WANANDA (202186010003) KELAS PAI-1A

 1. Jelaskan pengertian tentang teknologi pendidikan ?

Teknologi pendidikan adalah satu bidang dalam memfasilitasi belajar manusia melalui identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan secara sistematis. Obyek formal menurut pengertian ini adalah bagaimana memfasilitasi belajar.

Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur , gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia. Obyek formal teknologi pendidilkan adalah memecahkan masalah belajar manusia. 

Disimpulkan bahwa Teknologi pendidikan adalah Studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Obyek formal teknologi pendidilkan adalah memecahkan masalah belajar manusia seperti dengan memberikan fasilitas yang baik, menggunakan metode lebih sistematis, E-learning, dan menyajikan informasi dengan mudah.


2. Jelaskan fungsi teknologi pendidikan dalam aspek nyata ?

• Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)

• Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

• Mengatasi sikap pasif peserta didik, karena media pendidikan dapat menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungan dan kenyataan, memungkinkan peserta didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

• Memberikan perangsang yang sama

• Mempersamakan pengalaman

• Menimbulkan persepsi yang sama


3. Bagaimana cara mengatasi masalah siswa yang kurang wawasan atau materi dengan teknologi pendidikan ?

Berikut beberapa solusi dalam mengatasi permasalahan pembelajaran siswa yaitu :

• Memberikan akses internet agar siswa mudah dalam mendapatkan materi yang lengkap juga karena sekarang masa digital Karena tidak harus buku paket jadi bisa mengakses melalui internet. Contoh : menyediakan komputer, E-learning, Dll.

• Guru harus mempersiapkan diri dalam menyiapkan materi yang baik dan tepat untuk memberikan siswa pelajaran yang dapat dipahami dan mudah guna meningkatkan kualitas belajar mengajar di kelas. Contoh : standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) harus terpenuhi, menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk mempermudah siswa, dan niat dalam menjalani tanggung jawab tersebut.

• Harus tersedia anggaran dan dana untuk meningkatkan fasilitas sarana prasarana teknologi informasi juga komunikasi dan menyediakan meteri yang berkualitas guna meningkatkan proses belajar mengajar. Contoh : fasilitas-fasilitas harus memadai, materi-materi yang di ajarkan harus mengikuti perkembangan zaman, dan memberikan akses internet (E-learning).

• Kemauan diri sendiri dalam melaksanakan proses belajar mengajar dengan mengubah mindset atau pola pikir yang tidak baik manjadi lebih baik. Karena kalau kita belajar tapi tidak sungguh-sungguh maka akan tertinggal dan di injak-injak oleh mereka yang berkuasa. Contoh : mulai mengubah mindset atau pola pikir kita, membiasakan diri dalam melaksanakan pembelajaran, dan jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak baik.






Senin, 27 Desember 2021

Tugas membuat soal tentang teknologi pendidikan

Nama  : Mohammad Debi Wananda
Nim.    : 202186010003
Kelas   : PAI-1A

Beberapa soal tentang teknologi pendidikan :
1. Apa yang dimaksud teknologi pendidikan ?
2. Apa keunggulan dari teknologi pendidikan ?
3. Peran penting teknologi dalam pendidikan yaitu ?
4. Bagaimana bentuk pembelajaran teknologi pendidikan, sebutkan !
5. Apa yang didapat oleh siswa dari teknologi pendidikan yang diterapkan tersebut ?, Sebutkan faktor eksternal dan internal !

Sabtu, 25 Desember 2021

ILMU JARH WA TA’DIL

 MAKALAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ILMU JARH WA TA’DIL 


DOSEN PENGAMPU : 

H.ALI MOHTAROM,S.Ag.,M.Pdi











DISUSUN OLEH :

MUHAMMAD DEBI WANANDA    (202186010003)

ADNAN WIBAWA          (202186010005)

SITI TRI NURIL ROKHIMA          (202186010011)


UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN 

FAKULTAS AGAMA ISLAM 

2021



KATA PENANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb 

Puja dan puji sysukur kita atas kehadirat Allah SWT yang mana telah melimpahkan harta dan karunianya sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan sehat wal afiat.

Kami menyadari bahwa daam penulisan makalah ini kami masih banyak kekurangsan dalam hal penulisan atau pengerjaan di karenaan kami dan teman-teman masih sama belajarnya, oleh karena itu kami mengharapkan beberapa saran dan keritik dari teman-teman sekalian supaya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi untuk masa depan kami dan teman-teman sekalian.

            






Pasuruan, September 2021



Kelompok 8










DAFTAR ISI 


KATA PENGANTAR ………………………………………................................… 

DAFTAR ISI ………………………………………….……................................…. 

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………................................

A. Latar Belakang ……………………................…………………….. 

B. Rumusan Masalah ……………………………….................……… 

C. Tujuan Penulisan …………………………………….................….. 

BAB II PEMBAHASAN ……………………………….........................………. 

A. Pengertian Al-jarh wa Ta’dil……..........................…… 

B. Manfaat ilmu Al-jarh wa Ta’dil …………………………….. 

C. Syarat seorang pengeritik  ………………................…. 

BAB III PENUTUP ……………………………….............................………… 

A. Simpulan ……………………………………………..........……… 

B. Saran ……………………………………………………….........… 

DAFTAR PUSTAKA …………….............................………………………….

















BAB I 

PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang 


Illu Al-jarh wa Ta’dil mempunyai peranan yang sangat penting dalam kedisiplinan pembuatan ilmu hadits dalam menetukan di terimanya atau di tolaknya suatu hadits. 

Ilmu Jarh wa Ta’dil adalah timbangan bagi para rawi hadits, rawi yang timbangannya di terima atau rawi yang timbangannya di tolak karena berat rimgannya dari masing-masing rawi (hadits) tersebut. 

Oleh karena itu ulama hadits memperhatikan ilmu ini dengan teliti dan mencurahkan segala ilmunya untuk mengusai hadits-hadits tersebut.

B. Rumusan masalah

1. Pengertian apa itu ilmu Al-jsrh wa Ta’dil ?

2. Manfaat dari ilmu Al-jarh wa Ta’dil ?

3. Metode untuk mengetahui hukum-hukum dari

 ilmu Al-jarh wa Ta’dil ?

4. Syarat-syarat bagi orang yang akan melakukan Ta’dil dan Tarjih ?

C. Tujuan Masalah 

1. Untuk mengetaui apa itu ilmu Al-jarh wa Ta’dil !

2. Untuk mengetahui manfaat dari ilmu Al-jarh wa Ta’dil !

3. Untuk mengetahui metode dari keadilan dan kecacatan rawi serta masalah-maslahnya 

4. Untuk mengetahui syarat-syarat bagi orang yang akan meng-Ta’dilkan dan men-Tarjihkan rawi (hadits) !










BAB II

PEMBAHASAN 


A. Pengerian Ilmu Al-jarh wa Ta’dil 

Kalimat Al-jarh berasal dari kata “jaraha-yajrohu” yang berarti, seseorang membuat luka pada tubuh orang lain yang di tandai dengan mengalirnya darah dari luka itu. Sedangkan kalimat Al-Ta’dil berasal dari kata ”addala-yuaddilu” yang berarti mengadilkan atau menyucikan.

Ilmu Al-jarh wa ta’dil adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui sifat negatit atau positif perawi hadits yang sangat berpengaruh pada kualias hadist yaang di buat atau di riwayatkannya. Dengan begitu dapat di ketahui apakah sebuah hadits yang di buat atau di riwayatkan perawi tersebut dapat di percaya atau tidak. 

Lebjh jelasnya, ilmu pemgetahuan yang membahas tentang ilmju Al-jarh wa Ta’dil   Dr. Ajjaj khattib mendefinisikan sebagai berikut 

B. Manfaat Ilmu Al-jarh wa Ta’dil 


Ilmu Al-jarh wa Ta’dil sangat berperan penting untuk menentukan kualiatas perwai (hadits) dan nilai dari hadits yang di buatnya. 

Intinya ilmu Al-jarh wa Ta’dil digunakan untuk menetapkan, apakah periwatanya seporang ,perawi itu bisa di terima atau tidak bisa di terima sama sekali, apabila seorang perawi atau Al-jarh oleh para ahli sebagai rawi yang gagal (cacat) maka tidak di terima. Sebaliknya bila di puji maka haditsnya bisa di terima selama syarat-syaratnya terpenuhi. 

Seorang rawi dapa di ketahui melalui dua jalan, yaitu : 

1. Popularitas para perawi di kalangan para ahli ilmu bahwa mereka di kenal sebagai orang yang adil.

2. Berdasarkan pujian dari rawi lain yang sama-sama adil.


Sementara orang yang melakukan Ta’dil harus memenuhi syarat yaitu sebagai berikut ; Berilmu pengetahuan, taqwa, jujur, dan mengetahui ruang lingkup dari ilmu Al-jarh wa Ta’dil 











C. Syarat seorang pengeritik 


Kita ketahui bahwa melakukan pekerjaan jarh wa ta’dil ini merupakan pekerjaan yang sulit, karena menyangkut atau membawa nama dari para perawi yang akan menetukan di terima atau di tolaknya suatu hadits. Adapun syarat-syarat nya adalah :

Orang tersebut harus berilmu pengetahuan atau alim.

Berakal dan bertaqwa 

Jujur (dapat di percaya)

Tahu akan sebab untuk men-ta’dilkan atau men-tajrihkan 

Apabila persyaratan tersebut tidak terpenuhi maka periwayatannya tidak bisa di terima.






















BAB III

PENUTUP 

A. Kesimpulan 


Ilmu Al-jarh wa Ta’dil adalah ilmu yang membahas tentang kecacatan hadits dan para peraw-perawi nya, serta bagaimana hadits itu bisa di terima atau di tolak. Oleh karena itu, supaya dapat mengetahui hadit-hadits yang shahih kita perlu mengetahuinya dari keadaan atau kebenaran rawi.

Sedangkan kegunaan dari ilmu Al-jarh wa Ta’dil yaitu untuk menetukan apakah para perawi dan haditsnya berkualitas (shahih), dan menetapkan apakah periwayatan seorang perawi itu bisa diterima ataudi tolak sama sekali berdasarkan syarat-syaratnya.


B. Saran 


Sebaiknya jiks ingin megetahui hadits itu berkualitas (shahih) atau tidak kita harus melihat dari keadaan perawi nya, apakah perawi tersebut sudah ber-ilmu pengetahuan, taqwa, berakal, jujur, dan mengetahui ruang lingkup ilmu Al-jarh wa Ta’dil. 





















DAFTAR PUSTAKA 


Al-Khatib,  Ajaz.  Ushul  al-hadits  Ulumuhu  Wa  Musthalahuhu,  Dar  al-Fikr, 

Damaskus,1989.

Al-Qaththan, Syaikh Manna‟.  Pengantar Studi Ilmu Hadits  (Penj. Mifdhol Abdurrahman, 

Lc.), Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2009.

An Nawawi Imam, "Dasar-Dasar Ilmu Hadist", Jakarta: Pustaka Firdaus.

At- Thahan Mahmud, "Metode  Takhrij  dan  penelitian  sanad  hadis",  Surabaya:  PT  Bina

Ilmu,1995.

At-Thahan, Mahmud, "Taisir Musthalah al- hadis". Maktabah Syamilah

Hasbi As-shidieqy, Teungku Muhammad.  Prof. Dr. "Pokok-pokok  Ilmu  Dirayah  Hadis",

jil. II Jakarta: Bulan Bintang.


LANDASAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN

 MAKALAH 

LANDASAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN

DOSEN PENGAMPU : M. Ibnu Atoillah, S.Pdi, M.Ag













Disusun Oleh:

1. Muhammad Debi Wananda 202186010003

2. Muhammad Dorsata Suaka Pamungkas 202186010004


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

ANGKATAN 2021










KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini yang berjudul “Landasan psikologi komunikasi dalam pelaksanaan pendidikan” dapat selesai dengan tepat waktu


Kami selaku penulis mengucapkan terimakasih khusus nya kepada bapak dosen pengampu yang telah mendapingi kita, serta teman – teman yang sudah mendukung dan memberi semangat sehingga kami menyelesaikan makalah ini dengan baik.


kami sadar bahwa manusia tidak luput dari kesalahan maka dari itu kami meminta maaf jika ada salah kata dalam penulisan maupun ucapan yang tidak berkanan dihati. Kami juga masih membutuhkan saran dan kritik guna untuk membangun semangat agar kedepan bisa lebih baik lagi.

























Pasuruan, 02 Oktober 2021







Penulis



\ DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………................................… 

DAFTAR ISI ………………………………………….……................................…. 

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………................................

A. Latar Belakang ……………………................…………………….. 

B. Rumusan Masalah ……………………………….................……… 

C. Tujuan Penulisan …………………………………….................….. 

D. Manfaat Penulisan ……………………………..............…..….…… 

BAB II PEMBAHASAN ……………………………….........................………. 

A. Pengertian Sejarah dan Pendidikan Islam……..........................…… 

B. Gejala Kemunduran Pendidikan Islam …………………………….. 

C. Faktor kemunduran Pendidikan Islam ………………................…. 

D. Dampak Kemunduran Pendidikan Islam ……..……..................…. 

BAB III PENUTUP ……………………………….............................………… 

A. Simpulan ……………………………………………..........……… 

B. Saran ……………………………………………………….........… 

DAFTAR PUSTAKA …………….............................………………………….
























BAB 1

PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang


Komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Hampir semua kegiatan pembelajaran adalah kegiatan berkomukasi. Komunikasi merupakan suatu proses, bukan suatu yang bersifat statis.

Pendekatan bimbingan konseling merupakan salah satu cara menangani peserta didik yang bermasalah. Bimbingan Konseling adalah salah satu komponen dari pendidikan sekaligus kegiatan bantuan dan tututan yang diberikan kepada siswa di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan

Bimbingan konseling sangat erat kaitannya dengan psikologi. Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan kadang mengubah perilaku.

Mempelajari psikologi komunikasi sangat membantu kita dalam berinteraksi berkomunikasi dengan orang lain 




 


B. Rumusan masalah


1. Pengertian landasan psikologi komunikasi ?

2. Bagaimana ruang lingkup Psikologi komunikasi ?

3. Apa Manfaat adanya psikologi komunikasi dalam pendidikan ?







C. TUJUAN MASALAH


1. Mengetahui pengertian dari Landasan psikologi komunikasi dalam pendidikan

2. Mengetahui ruang lingkup yang ada di psikologi komunikasi

3. Mengetahui dan paham akan manfaat adanya manfaat psikologi komunikasi dalam pendidikan 











BAB II

PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI


Psikologi berasal dari kata “psycheí” yang mempuyai arti jiwa, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan, menurut Feldman mengucapkan bahwa psikologi 

demikian, psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari adalah studi ilmu tentang proses mental dan tingkah laku manusia.

Sedangkan menurut Raymond S. Ross komunikasi didefinisikan sebagai proses 2p yaitu pemisahan , dan pemilihan secara kognitif, jadi psikologi komunikasi berfokus pada interaksi manusia untuk memperbaiki perilakunya dalam aktivitas komunikasi

Komunikasi yang efektif ditandai bagaimana kita membuat penerima pesan memiliki pemahaman atau sepemikiran yang sama. Penggunaan psikologi dalam komunikasi pada kehidupan sehari hari bisa di implementasikan secara sederhana sebagai contoh Ketika anak menghadapi orangtua, atau sebaliknya saat orang tua menghadapi anak .

Ahli – ahli ilmu sosial telah berkali kali mengungkapkan bahwa kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian.Psikologi komunikasi saling berkesinambungan atau saling melengkapi satu dengan lainnya .

Menurut Aubrey Fisher menyebutkan bahwa ada 4 ciri pendekatan psoikologi komunikasi yaitu:

1. Penerimaan stimulus secara indrawi .

2. Proses menjadi perantara antara stimulus dan respon.

3. Prediksi respon.

4. Peneguhan respon.


B. RUANG LINGKUP  PSIKOLOGI KOMUNIKASI


Dalam psikologi, komunikasi mempunyai makna yang luas, meliputi segala penyampaian energi, gelombang suara, tanda diantara tempat sistem atau organisme. Kata komunikasi sendiri digunakan sebagai proses, sebagai pesan, sebagai pengaruh atau sejarah khusus sebagai pesan pasien dalam psikotropi.


Ruang lingkup psikologi meliputi :


1. Internal proses.

2. Menganalisa komunikan atau karateristik.

3. Proses penyampaian pesan.

4. Proses pembentukan perilaku. 




C. MANFAAT LINGKUP PSIKOLOGI KOMUNIKASI


Manfaat mempelajari psikologi komunikasi yaitu :


1. Meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi

Komunikasi yang baik merupakan komponen yang penting dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Jadi kita akan lebih mudah dalam berinteraksi dan bisa memahami orang lain dengan baik.


2. Belajar untuk mengendalikan stress dengan baik

Kita dapat mengendalikan emosi dalam diri kita supaya kita bisa terhindar dalam hal-hal negatif, jadi dalam segala hal dan urusan seperti debat atau diskusi kita dapat mengontrol emosi dan senantiasa bisa berpikir degan kepala dingin.


3. Memiliki ilmu yang bermanfaat kepada orang lain



Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss mengatakan bahwa ada beberapa manfaat mempelajari psikologi komunikasi antara lain :


1. Pengrtian, arti nya adalah penerimaan cermat yang didapat dari penyampaian dalam komunikator.

2. Kesenangan, artinya komunikasi dimaksudnya menghangatkan, mengakrapkan, dan menyenangkan antara pelaku komunikasi.

3. Mempengaruhi sikap, artinya diharapkan dalam mempelajari komunikasi, kita dapat bertindak secara persuasif.

4. Hubungan sosial yang baik.

5. Tindakan, artinya kita dapat mempengaruhi tindakan sehingga menimbulkan pengertian terhadap penyampaian komunikasi.


















BAB III

PENUTUP


A. KESIMPULAN


Dari penjelasan diatas maka kami dapat menyimpukan bahwa komunikasi erat kaitan nya dengan dengan psikologi, karena ketika seorang komunikator berminat untuk menyampaikan pesan, kepada komunikan, maka dalam diri komunikator akan terjadi suatu proses.


B. SARAN


Menyadari bahwa penilis masih jauh dari kata sempurna kedepannya penyusun akan fokus dan detail dalam menjelaskan makalah di atas dengan sumber- sumber yang lebih banyak.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penyusunan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.









Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang Ekonomi

 MAKALAH 

Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang Ekonomi

DOSEN PENGAMPU : Muhammad Nur Hadi, S.Ag., M.Pdi













Disusun Oleh:

1. Muhammad Debi Wananda 202186010003

2. Muhammad Dorsata Suaka Pamungkas 202186010004






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

ANGKATAN 2021



KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini yang berjudul “ Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang ekonomi” dapat selesai dengan tepat waktu


Kami selaku penulis mengucapkan terimakasih khusus nya kepada bapak dosen pengampu yang telah mendapingi kita, serta teman – teman yang sudah mendukung dan memberi semangat sehingga kami menyelesaikan makalah ini dengan baik.


kami sadar bahwa manusia tidak luput dari kesalahan maka dari itu kami meminta maaf jika ada salah kata dalam penulisan maupun ucapan yang tidak berkanan dihati. Kami juga masih membutuhkan saran dan kritik guna untuk membangun semangat agar kedepan bisa lebih baik lagi.





















Pasuruan, 14 Desember 2021







Penulis




\ DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………................................… 

DAFTAR ISI ………………………………………….……................................…. 

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………................................

A. Latar Belakang ……………………................…………………….. 

B. Rumusan Masalah ……………………………….................……… 

C. Tujuan Penulisan …………………………………….................….. 

BAB II PEMBAHASAN ……………………………….........................………. 

A. Sejarah LPNU……..........................…… 

B. Peran LPNU …………………………….. 

C. Upaya Menciptakan Pemberdayaan Ekonomi ………………............

BAB III PENUTUP ……………………………….............................………… 

A. Simpulan ……………………………………………..........……… 

B. Saran ……………………………………………………….........… 

DAFTAR PUSTAKA …………….............................………………………….






























BAB 1

PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang


Bagi orang beragama, berekonomi adalah perintah Allah swt dan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan ajaran dan hukum agama. Berekonomi adalah sarana mutlak untuk memelihara kelangsungan hidup di dalam hidup itulah orang dapat ibadah, berbuat sesuatu untuk kepentingan agama, bangsa dan Negara.


Berekonomi dalam Islam bukan sekedar memenuhi kebutuhan pokok bagi diri sendiri dan keluarga. Islam mendorong secara tegas supaya pemeluknya memiliki harta benda yang berlebih dari kebutuhan pokoknya sehingga mampu melaksanakan kewajiban berzakat. Mampu berzakat berarti memiliki harta benda sedikitnya satu nisab. Islam tidak menyenangi kemiskinan bahkan mengajarkan pemberantasan kemiskinan antara lain dengan kewajiban membayar zakat.


NU tidak melupakan aspek ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama.


Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi.)


B. Rumusan masalah


1. Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama) ?

2. Peran LPNU di Kalangan Masyarakat ?

3. Bagaimana upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU ?




C. TUJUAN MASALAH


1. Mengetahui Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama)

2. Mengetahui Peran LPNU di Kalangan Masyarakat

3. Mengetahui dan paham akan upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU



BAB II

PEMBAHASAN


A. SEJARAH LPNU 


Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada 31 Januari 1926 sebagai oraganisi keagamaan pada awalnya bertujuan untuk melawan gerakan islam modern yang bertujuan meruntuhkan islam tradisionalis. Sebelum NU didirak pada tahun tersebut sudah ada lembaga yang sudah lebih awal berdiri dan menjadi tiang berdirinya NU yang juga didirikan oleh para Kyai dan ulama NU sepeti Nahdlatul Wathon berdiri tahun 1914, Nahdlatu Tujjar berdiri 1918, Tafarul Afkar berdiri 1918. Setelah NU didirikan dimasa perjuangan merebutkan kemerdekaan Negara Indonesia yang masih tinggihnya persoalan yang dialami pada wakti itu seperti keagamaan, soisial, perekonomian. Dalam mengantisipasi masalah ekonomi masyarakat pada saat itu. para ulama mengembangkan koperasi syirkah Mu‟awwanah pada tahun 1937 yang diketuai oleh KH Mahfoed Siddik yang bertujuan meluasakan jaringan perdagaan antar jamaah dan pondok pesantren yang menghasilkan produk pertanian, usaha kecil yang dibuat oleh para anggota, jamaah nahdliyin dan masyarakatan seperti sajadah, rokok, pakaian, sarung dan produk-produk lainnya yang diperbolehkan ,bedasarkankan produk tersebut dengan menggunakan logo resmi Nahdlatul Ulama. Para kyai dan tokoh masyarakat didorong mendirikan toko sendiri untuk menjualnya di pesantren dan lingkungan sekitar.

Pada berkembangnya zaman Nahdlatul Tujjar yang digagas oleh para kiai dan ulama NU mengalami terbengkalai karena pada waktu itu NU masuk pada tataran politik praktis sehingga mengakibatkan surutnya lembaga NU yang bergerak dibidang perekonomian. Dalam periode selanjutnya NU harus memiliki lembaga yang konsen dalam bidang ekonomi sehingga munculah gagasan untuk mendirikan lembaga perekonomian akhirnya pada tahun 1992 gagasan tersebut terealisasi dengan berdirinya suatu lembaga perekonomian NU yaitu LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama)

tujuan LPNU adalah untuk memberdayakan warga nahdliyin dalam bidang ekonomi agar mampu bersaing secara ekonomi baik ekonomi kreatif maupun dibidang jasa, harapannya bisa dijadikan wadah perekonomian warga NU secara khusus dan warga masyarakat sekitar.












B. PERAN LPNU


Peran LPNU di bidang ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, “mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan”. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi

Pedoman Program Perekonomian Nahdlatul Ulama didasarkan pada pokok-pokok ajaran agama dalam berekonomi, yaitu: 

• Mendorong para anggota untuk meningkatkan kegiatan berekonomi demi meningkatkan kemampuan ekonominya. 

• Membimbing para anggotanya supaya dalam berekonomi selalu menaati dan mengikuti hukum dan ajaran Islam. 

Berangkat dari pokok-pokok ajaran di atas, maka Nahdlatul Ulama dapat mewujudkannya  dengan cara :

 • Membentuk koperasi tingkat bawah yang tumbuh dari kebutuhan nyata.

 • Menciptakan jaringan-jaringan kerja ekonomi antara tingkat pedesaan dengan pedesaan, perkotaan dengan perkotaan, dan pedesaan dengan perkotaan.

• Nahdlatul Ulama selalu mengajukan gagasan, ajakan dan pengawasan tentang penentuan skala prioritas pembangunan yang dilaksanan oleh pemerintah. 


NU juga mengembangkan ekonomi dengan mendirikan pesantren karena terbukti sangat efektif. Letak pesantren yang pada umumnya di pedesaan memungkinkan lembaga ini memahami persoalan-persoalan desa sehingga gagasan-gagasan pengembangan kesejahteraan yang datang dari luar dapat diserap dengan baik oleh masyarakat setelah diolah dan disampaikan oleh pesantren. Disamping itu, NU juga memiliki perangkat organisasi yang mendukung program ekonominya, seperti : lembaga perekonomian dan lembaga pengembangan pertanian.












C. UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI


Dalam Dalam usaha meningkat perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik pola pemberdayaan ekonomi harus dilakukan tepat kepada masyarakat yang memang membutuhkan atau kesulitan Dengan demikian upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU menjalankan dua pola pemberdayaan ekonomi masyarakat diantaranya :


1. Menciptakan Wirausaha baru 


Menciptakan wirausaha baru dengan pembinaan atau beberapa tahap kegiatan yang bertujuan menjadikan seorang wiraswasta mempunyai bekal dalam menghadapi dunia kerja yakni perlu dilakukannya. Pertama, memberikan pelatihan, dimana calon wirausahawan diberikan pengetahuan dan pemahaman 76 tentang konsep wirausaha dan memberi tahu apa kendala yang sering dalam dunia wirausaha secara menyeluruh dengan tujuan mengembangkan wawasan secara aktual dan pengetahuan berwira usaha seara multi aspek


2. Pola pendidikan 

Bentuk pola pemberdayaan ekonomi yang kedua ialah pendidikan, karena salah satu faktor penyebab kemiskinan itu minimnya tingkat pendidikan dan yang alami oleh seseorang. Jadi faktor penting dalam mengatasi kemiskinan adalah sektor pendidikan. Kebanyakan kemiskinan bersifat turun-menurun dari orang tua keanaknya. Dalam pola pemberdayaan untuk pendidikan bisa dilakukan dengan cara yaitu. Pertama, dengan memberikan beasiswa untuk anak-anak, untuk mengurangih beban orang tua yang tidak mampu dan meningkatkan kemauan untuk belajar kepada anak-anak. dalam hal ini NU sebagai organisasi lewat lembaga pendidikan sudah memberikan beasiswa kebanyak anak-anak diseluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Karena dalam 77 upaya meningkatkan kualitas seseorang pendidikan menjadi faktor penting dalam perubahan tersebut, pedidikan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Negara














BAB III

PENUTUP


A. KESIMPULAN


Dari penjelasan diatas maka kami dapat menyimpukan bahwa peran LPNU yaitu menciptakan perekonomian yang stabil dan memberikan upaya dalam peningkatan ekonomi melaui menciptakan wirausaha baru dan melalui pola pendidikan karena pendidikan mempengarungi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.


B. SARAN


Menyadari bahwa penilis masih jauh dari kata sempurna kedepannya penyusun akan fokus dan detail dalam menjelaskan makalah di atas dengan sumber- sumber yang lebih banyak.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penyusunan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.









MAKALAH

Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang Ekonomi

DOSEN PENGAMPU : Muhammad Nur Hadi, S.Ag., M.Pdi













Disusun Oleh:

1. Muhammad Debi Wananda 202186010003

2. Muhammad Dorsata Suaka Pamungkas 202186010004






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN

ANGKATAN 2021



KATA PENGANTAR


 Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini yang berjudul “ Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang ekonomi” dapat selesai dengan tepat waktu


 Kami selaku penulis mengucapkan terimakasih khusus nya kepada bapak dosen pengampu yang telah mendapingi kita, serta teman – teman yang sudah mendukung dan memberi semangat sehingga kami menyelesaikan makalah ini dengan baik.


 kami sadar bahwa manusia tidak luput dari kesalahan maka dari itu kami meminta maaf jika ada salah kata dalam penulisan maupun ucapan yang tidak berkanan dihati. Kami juga masih membutuhkan saran dan kritik guna untuk membangun semangat agar kedepan bisa lebih baik lagi.





















        Pasuruan, 14 Desember 2021







         Penulis




\ DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………................................… 

DAFTAR ISI ………………………………………….……................................…. 

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………................................

A. Latar Belakang ……………………................…………………….. 

B. Rumusan Masalah ……………………………….................……… 

C. Tujuan Penulisan …………………………………….................….. 

BAB II PEMBAHASAN ……………………………….........................………. 

A. Sejarah LPNU……..........................…… 

B. Peran LPNU …………………………….. 

C. Upaya Menciptakan Pemberdayaan Ekonomi ………………............

BAB III PENUTUP ……………………………….............................………… 

A. Simpulan ……………………………………………..........……… 

B. Saran ……………………………………………………….........… 

DAFTAR PUSTAKA …………….............................………………………….






























BAB 1

PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang


Bagi orang beragama, berekonomi adalah perintah Allah swt dan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan ajaran dan hukum agama. Berekonomi adalah sarana mutlak untuk memelihara kelangsungan hidup di dalam hidup itulah orang dapat ibadah, berbuat sesuatu untuk kepentingan agama, bangsa dan Negara.


Berekonomi dalam Islam bukan sekedar memenuhi kebutuhan pokok bagi diri sendiri dan keluarga. Islam mendorong secara tegas supaya pemeluknya memiliki harta benda yang berlebih dari kebutuhan pokoknya sehingga mampu melaksanakan kewajiban berzakat. Mampu berzakat berarti memiliki harta benda sedikitnya satu nisab. Islam tidak menyenangi kemiskinan bahkan mengajarkan pemberantasan kemiskinan antara lain dengan kewajiban membayar zakat.


NU tidak melupakan aspek ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama.


Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi.)


B. Rumusan masalah


1. Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama) ?

2. Peran LPNU di Kalangan Masyarakat ?

3. Bagaimana upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU ?




C. TUJUAN MASALAH


1. Mengetahui Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama)

2. Mengetahui Peran LPNU di Kalangan Masyarakat

3. Mengetahui dan paham akan upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU



BAB II

PEMBAHASAN


A. SEJARAH LPNU 


Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada 31 Januari 1926 sebagai oraganisi keagamaan pada awalnya bertujuan untuk melawan gerakan islam modern yang bertujuan meruntuhkan islam tradisionalis. Sebelum NU didirak pada tahun tersebut sudah ada lembaga yang sudah lebih awal berdiri dan menjadi tiang berdirinya NU yang juga didirikan oleh para Kyai dan ulama NU sepeti Nahdlatul Wathon berdiri tahun 1914, Nahdlatu Tujjar berdiri 1918, Tafarul Afkar berdiri 1918. Setelah NU didirikan dimasa perjuangan merebutkan kemerdekaan Negara Indonesia yang masih tinggihnya persoalan yang dialami pada wakti itu seperti keagamaan, soisial, perekonomian. Dalam mengantisipasi masalah ekonomi masyarakat pada saat itu. para ulama mengembangkan koperasi syirkah Mu‟awwanah pada tahun 1937 yang diketuai oleh KH Mahfoed Siddik yang bertujuan meluasakan jaringan perdagaan antar jamaah dan pondok pesantren yang menghasilkan produk pertanian, usaha kecil yang dibuat oleh para anggota, jamaah nahdliyin dan masyarakatan seperti sajadah, rokok, pakaian, sarung dan produk-produk lainnya yang diperbolehkan ,bedasarkankan produk tersebut dengan menggunakan logo resmi Nahdlatul Ulama. Para kyai dan tokoh masyarakat didorong mendirikan toko sendiri untuk menjualnya di pesantren dan lingkungan sekitar.

Pada berkembangnya zaman Nahdlatul Tujjar yang digagas oleh para kiai dan ulama NU mengalami terbengkalai karena pada waktu itu NU masuk pada tataran politik praktis sehingga mengakibatkan surutnya lembaga NU yang bergerak dibidang perekonomian. Dalam periode selanjutnya NU harus memiliki lembaga yang konsen dalam bidang ekonomi sehingga munculah gagasan untuk mendirikan lembaga perekonomian akhirnya pada tahun 1992 gagasan tersebut terealisasi dengan berdirinya suatu lembaga perekonomian NU yaitu LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama)

tujuan LPNU adalah untuk memberdayakan warga nahdliyin dalam bidang ekonomi agar mampu bersaing secara ekonomi baik ekonomi kreatif maupun dibidang jasa, harapannya bisa dijadikan wadah perekonomian warga NU secara khusus dan warga masyarakat sekitar.












B. PERAN LPNU


Peran LPNU di bidang ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, “mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan”. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi

Pedoman Program Perekonomian Nahdlatul Ulama didasarkan pada pokok-pokok ajaran agama dalam berekonomi, yaitu: 

• Mendorong para anggota untuk meningkatkan kegiatan berekonomi demi meningkatkan kemampuan ekonominya. 

• Membimbing para anggotanya supaya dalam berekonomi selalu menaati dan mengikuti hukum dan ajaran Islam. 


Berangkat dari pokok-pokok ajaran di atas, maka Nahdlatul Ulama dapat mewujudkannya dengan cara :

 • Membentuk koperasi tingkat bawah yang tumbuh dari kebutuhan nyata.

 • Menciptakan jaringan-jaringan kerja ekonomi antara tingkat pedesaan dengan pedesaan, perkotaan dengan perkotaan, dan pedesaan dengan perkotaan.

• Nahdlatul Ulama selalu mengajukan gagasan, ajakan dan pengawasan tentang penentuan skala prioritas pembangunan yang dilaksanan oleh pemerintah. 


NU juga mengembangkan ekonomi dengan mendirikan pesantren karena terbukti sangat efektif. Letak pesantren yang pada umumnya di pedesaan memungkinkan lembaga ini memahami persoalan-persoalan desa sehingga gagasan-gagasan pengembangan kesejahteraan yang datang dari luar dapat diserap dengan baik oleh masyarakat setelah diolah dan disampaikan oleh pesantren. Disamping itu, NU juga memiliki perangkat organisasi yang mendukung program ekonominya, seperti : lembaga perekonomian dan lembaga pengembangan pertanian.












C. UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI


Dalam Dalam usaha meningkat perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik pola pemberdayaan ekonomi harus dilakukan tepat kepada masyarakat yang memang membutuhkan atau kesulitan Dengan demikian upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU menjalankan dua pola pemberdayaan ekonomi masyarakat diantaranya :


1. Menciptakan Wirausaha baru 


Menciptakan wirausaha baru dengan pembinaan atau beberapa tahap kegiatan yang bertujuan menjadikan seorang wiraswasta mempunyai bekal dalam menghadapi dunia kerja yakni perlu dilakukannya. Pertama, memberikan pelatihan, dimana calon wirausahawan diberikan pengetahuan dan pemahaman 76 tentang konsep wirausaha dan memberi tahu apa kendala yang sering dalam dunia wirausaha secara menyeluruh dengan tujuan mengembangkan wawasan secara aktual dan pengetahuan berwira usaha seara multi aspek


2. Pola pendidikan 

Bentuk pola pemberdayaan ekonomi yang kedua ialah pendidikan, karena salah satu faktor penyebab kemiskinan itu minimnya tingkat pendidikan dan yang alami oleh seseorang. Jadi faktor penting dalam mengatasi kemiskinan adalah sektor pendidikan. Kebanyakan kemiskinan bersifat turun-menurun dari orang tua keanaknya. Dalam pola pemberdayaan untuk pendidikan bisa dilakukan dengan cara yaitu. Pertama, dengan memberikan beasiswa untuk anak-anak, untuk mengurangih beban orang tua yang tidak mampu dan meningkatkan kemauan untuk belajar kepada anak-anak. dalam hal ini NU sebagai organisasi lewat lembaga pendidikan sudah memberikan beasiswa kebanyak anak-anak diseluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Karena dalam 77 upaya meningkatkan kualitas seseorang pendidikan menjadi faktor penting dalam perubahan tersebut, pedidikan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Negara














BAB III

PENUTUP


A. KESIMPULAN


Dari penjelasan diatas maka kami dapat menyimpukan bahwa peran LPNU yaitu menciptakan perekonomian yang stabil dan memberikan upaya dalam peningkatan ekonomi melaui menciptakan wirausaha baru dan melalui pola pendidikan karena pendidikan mempengarungi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.


B. SARAN


Menyadari bahwa penilis masih jauh dari kata sempurna kedepannya penyusun akan fokus dan detail dalam menjelaskan makalah di atas dengan sumber- sumber yang lebih banyak.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penyusunan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.





























PENERAPAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM PRAKTIK MENULIS DI LINGKUNGAN SEKITAR

KARYA ILMIAH 

PENERAPAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM PRAKTIK MENULIS DI LINGKUNGAN SEKITAR

DOSEN PENGAMPU : Dr. Gozali, M.Pdi 











DISUSUN OLEH :


MOHAMMAD DEBI WANANDA (202186010003)







PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN 

FAKULTAS AGAMA ISLAM


KATA PENGANTAR 

Assalamualaikum Wr.Wb 

Puja dan puji sysukur kita atas kehadirat Allah SWT yang mana telah melimpahkan harta dan karunianya sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan sehat wal afiat.

Kami menyadari bahwa daam penulisan makalah ini kami masih banyak kekurangsan dalam hal penulisan atau pengerjaan di karenaan kami dan teman-teman masih sama belajarnya, oleh karena itu kami mengharapkan beberapa saran dan keritik dari teman-teman sekalian supaya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi untuk masa depan kami dan teman-teman sekalian.

            














Pasuruan 30 Oktober 2021 


Penulis


PENDAHULUAN 


A. Latar belakang

Penggunaan bahasa baku menjadi hal penting bagi penulis maupun pecinta bahasa indonesia, dengan menggunakan kaidah yang telah di tetapkan misalnya ejaan, tanda baca, kata ganti, kataserapan dan lainnya, ejaan yang di kenal dalam bahasa indonesia ini adalah PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) yang telah di tetapkan oleh pemerintah pada 30 November 2015. Banyak sekali masyarkat maupun pelajar yang masih salah dalam menempatkan kalimat, disadari atau tidak, penulisan kata bakunya sering tidak sesuai dengan penulisan kaidah bahasa indonesia. Masyarakat maupun pelajar sering kali tidak memperhatikan apakah tulisannya sesuai dengan aturan atau tidak, yang terpenting tujuan dan maksud mereka tersampaikan. Sejalan dengan hal yang diatas, saya akan mencoba memberi contoh dan pembahasan mengenai ejaan yang benar sesuai dengan kaidah PUEBI di lingkungan sekitar. 

B. Rumusan Masalah 

Berdasarkan dengan latar belakang di atas rumusan masalahnya yaitu 

1. Bagaimana praktik penulisan ejaan di lingkungan sekitar kita ?

2. Apa kesalahan yang di lakukan dalam praktik penulisan tersebut ? 

3. Bagaimana ejaan yang benar menurut kaidah PUEBI ?

C. Tujuan penelitian 

Mengetahui praktik penulisan ejaan di lingkungan sekitar sudah sesuai dengan kaidah PUEBI  atau tidak 

D. Manfaat Penelitian 

Agar masyarkat maupun pelajar dapat menulis atau membaca dengan kaidah yang benar yang ditetapkan oleh PUEBI dan juga agar dapat mengetahui maupun memahami kondisi di lingkup praktik ejaan yang benar juga bermanfaat untuk rujukan pengetahuan pembaca atau penulis lain 








 


No Kata yang Salah Alasan Perbaikan 

1. lu Kata yang disampaikan terlalu singkat Kamu

2. ga Kata yang disampaikan terlalu singkat tidak 

3. lo Kata yang disampaikan terlalu singkat Kamu

4. pegang Bentuk kata tidak baku pakai

5 dasarnya Bentuk kata tidak baku awalnya

Pembahasan berdasarkan tabel di atas:

Nomor 1-3 penggunaan kata nya hampir sama tapi tidak baku. Sehingga tidak sesuai/tidak mencerminkan dalam penggunaan Bahasa Indonesia 

Nomor 4 sama penggunaan katanya tidak baku, seharusnya menggunakan kata pakai bukan pegang.

Nomor 5 juga sama penggunaan katanya tidak baku. Jadi perlu diubah kata ”dasarnya” menjadi “awalnya”



PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Masih banyak terdapat kalimat tidak baku pada penulisan yang baik dan benar sesuai PUEBI di lingkungan sekitar, seperti kata-kata yang terlalu singkat yang tidak ada di KBBI  

B. Saran 

Pentinngnya sosialisasi dan edukasi kembali tentang penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dengan berdasarkan pada PUEBI untuk semua kalangan. Jangan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti di rumah, di sekolah/kampus, di tempat kerja, dan di tempat umum.


TUGAS UAS TEKNOLOGI PENDIDIKAN MOHAMMAD DEBI WANANDA (202186010003) KELAS PAI-1A

 1. Jelaskan pengertian tentang teknologi pendidikan ? Teknologi pendidikan adalah satu bidang dalam memfasilitasi belajar manusia melalui i...