MAKALAH
Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang Ekonomi
DOSEN PENGAMPU : Muhammad Nur Hadi, S.Ag., M.Pdi
Disusun Oleh:
1. Muhammad Debi Wananda 202186010003
2. Muhammad Dorsata Suaka Pamungkas 202186010004
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN
ANGKATAN 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini yang berjudul “ Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang ekonomi” dapat selesai dengan tepat waktu
Kami selaku penulis mengucapkan terimakasih khusus nya kepada bapak dosen pengampu yang telah mendapingi kita, serta teman – teman yang sudah mendukung dan memberi semangat sehingga kami menyelesaikan makalah ini dengan baik.
kami sadar bahwa manusia tidak luput dari kesalahan maka dari itu kami meminta maaf jika ada salah kata dalam penulisan maupun ucapan yang tidak berkanan dihati. Kami juga masih membutuhkan saran dan kritik guna untuk membangun semangat agar kedepan bisa lebih baik lagi.
Pasuruan, 14 Desember 2021
Penulis
\ DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………................................…
DAFTAR ISI ………………………………………….……................................….
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………................................
A. Latar Belakang ……………………................……………………..
B. Rumusan Masalah ……………………………….................………
C. Tujuan Penulisan …………………………………….................…..
BAB II PEMBAHASAN ……………………………….........................……….
A. Sejarah LPNU……..........................……
B. Peran LPNU ……………………………..
C. Upaya Menciptakan Pemberdayaan Ekonomi ………………............
BAB III PENUTUP ……………………………….............................…………
A. Simpulan ……………………………………………..........………
B. Saran ……………………………………………………….........…
DAFTAR PUSTAKA …………….............................………………………….
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagi orang beragama, berekonomi adalah perintah Allah swt dan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan ajaran dan hukum agama. Berekonomi adalah sarana mutlak untuk memelihara kelangsungan hidup di dalam hidup itulah orang dapat ibadah, berbuat sesuatu untuk kepentingan agama, bangsa dan Negara.
Berekonomi dalam Islam bukan sekedar memenuhi kebutuhan pokok bagi diri sendiri dan keluarga. Islam mendorong secara tegas supaya pemeluknya memiliki harta benda yang berlebih dari kebutuhan pokoknya sehingga mampu melaksanakan kewajiban berzakat. Mampu berzakat berarti memiliki harta benda sedikitnya satu nisab. Islam tidak menyenangi kemiskinan bahkan mengajarkan pemberantasan kemiskinan antara lain dengan kewajiban membayar zakat.
NU tidak melupakan aspek ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama.
Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi.)
B. Rumusan masalah
1. Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama) ?
2. Peran LPNU di Kalangan Masyarakat ?
3. Bagaimana upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU ?
C. TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama)
2. Mengetahui Peran LPNU di Kalangan Masyarakat
3. Mengetahui dan paham akan upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH LPNU
Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada 31 Januari 1926 sebagai oraganisi keagamaan pada awalnya bertujuan untuk melawan gerakan islam modern yang bertujuan meruntuhkan islam tradisionalis. Sebelum NU didirak pada tahun tersebut sudah ada lembaga yang sudah lebih awal berdiri dan menjadi tiang berdirinya NU yang juga didirikan oleh para Kyai dan ulama NU sepeti Nahdlatul Wathon berdiri tahun 1914, Nahdlatu Tujjar berdiri 1918, Tafarul Afkar berdiri 1918. Setelah NU didirikan dimasa perjuangan merebutkan kemerdekaan Negara Indonesia yang masih tinggihnya persoalan yang dialami pada wakti itu seperti keagamaan, soisial, perekonomian. Dalam mengantisipasi masalah ekonomi masyarakat pada saat itu. para ulama mengembangkan koperasi syirkah Mu‟awwanah pada tahun 1937 yang diketuai oleh KH Mahfoed Siddik yang bertujuan meluasakan jaringan perdagaan antar jamaah dan pondok pesantren yang menghasilkan produk pertanian, usaha kecil yang dibuat oleh para anggota, jamaah nahdliyin dan masyarakatan seperti sajadah, rokok, pakaian, sarung dan produk-produk lainnya yang diperbolehkan ,bedasarkankan produk tersebut dengan menggunakan logo resmi Nahdlatul Ulama. Para kyai dan tokoh masyarakat didorong mendirikan toko sendiri untuk menjualnya di pesantren dan lingkungan sekitar.
Pada berkembangnya zaman Nahdlatul Tujjar yang digagas oleh para kiai dan ulama NU mengalami terbengkalai karena pada waktu itu NU masuk pada tataran politik praktis sehingga mengakibatkan surutnya lembaga NU yang bergerak dibidang perekonomian. Dalam periode selanjutnya NU harus memiliki lembaga yang konsen dalam bidang ekonomi sehingga munculah gagasan untuk mendirikan lembaga perekonomian akhirnya pada tahun 1992 gagasan tersebut terealisasi dengan berdirinya suatu lembaga perekonomian NU yaitu LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama)
tujuan LPNU adalah untuk memberdayakan warga nahdliyin dalam bidang ekonomi agar mampu bersaing secara ekonomi baik ekonomi kreatif maupun dibidang jasa, harapannya bisa dijadikan wadah perekonomian warga NU secara khusus dan warga masyarakat sekitar.
B. PERAN LPNU
Peran LPNU di bidang ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, “mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan”. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi
Pedoman Program Perekonomian Nahdlatul Ulama didasarkan pada pokok-pokok ajaran agama dalam berekonomi, yaitu:
• Mendorong para anggota untuk meningkatkan kegiatan berekonomi demi meningkatkan kemampuan ekonominya.
• Membimbing para anggotanya supaya dalam berekonomi selalu menaati dan mengikuti hukum dan ajaran Islam.
Berangkat dari pokok-pokok ajaran di atas, maka Nahdlatul Ulama dapat mewujudkannya dengan cara :
• Membentuk koperasi tingkat bawah yang tumbuh dari kebutuhan nyata.
• Menciptakan jaringan-jaringan kerja ekonomi antara tingkat pedesaan dengan pedesaan, perkotaan dengan perkotaan, dan pedesaan dengan perkotaan.
• Nahdlatul Ulama selalu mengajukan gagasan, ajakan dan pengawasan tentang penentuan skala prioritas pembangunan yang dilaksanan oleh pemerintah.
NU juga mengembangkan ekonomi dengan mendirikan pesantren karena terbukti sangat efektif. Letak pesantren yang pada umumnya di pedesaan memungkinkan lembaga ini memahami persoalan-persoalan desa sehingga gagasan-gagasan pengembangan kesejahteraan yang datang dari luar dapat diserap dengan baik oleh masyarakat setelah diolah dan disampaikan oleh pesantren. Disamping itu, NU juga memiliki perangkat organisasi yang mendukung program ekonominya, seperti : lembaga perekonomian dan lembaga pengembangan pertanian.
C. UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI
Dalam Dalam usaha meningkat perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik pola pemberdayaan ekonomi harus dilakukan tepat kepada masyarakat yang memang membutuhkan atau kesulitan Dengan demikian upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU menjalankan dua pola pemberdayaan ekonomi masyarakat diantaranya :
1. Menciptakan Wirausaha baru
Menciptakan wirausaha baru dengan pembinaan atau beberapa tahap kegiatan yang bertujuan menjadikan seorang wiraswasta mempunyai bekal dalam menghadapi dunia kerja yakni perlu dilakukannya. Pertama, memberikan pelatihan, dimana calon wirausahawan diberikan pengetahuan dan pemahaman 76 tentang konsep wirausaha dan memberi tahu apa kendala yang sering dalam dunia wirausaha secara menyeluruh dengan tujuan mengembangkan wawasan secara aktual dan pengetahuan berwira usaha seara multi aspek
2. Pola pendidikan
Bentuk pola pemberdayaan ekonomi yang kedua ialah pendidikan, karena salah satu faktor penyebab kemiskinan itu minimnya tingkat pendidikan dan yang alami oleh seseorang. Jadi faktor penting dalam mengatasi kemiskinan adalah sektor pendidikan. Kebanyakan kemiskinan bersifat turun-menurun dari orang tua keanaknya. Dalam pola pemberdayaan untuk pendidikan bisa dilakukan dengan cara yaitu. Pertama, dengan memberikan beasiswa untuk anak-anak, untuk mengurangih beban orang tua yang tidak mampu dan meningkatkan kemauan untuk belajar kepada anak-anak. dalam hal ini NU sebagai organisasi lewat lembaga pendidikan sudah memberikan beasiswa kebanyak anak-anak diseluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Karena dalam 77 upaya meningkatkan kualitas seseorang pendidikan menjadi faktor penting dalam perubahan tersebut, pedidikan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Negara
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas maka kami dapat menyimpukan bahwa peran LPNU yaitu menciptakan perekonomian yang stabil dan memberikan upaya dalam peningkatan ekonomi melaui menciptakan wirausaha baru dan melalui pola pendidikan karena pendidikan mempengarungi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.
B. SARAN
Menyadari bahwa penilis masih jauh dari kata sempurna kedepannya penyusun akan fokus dan detail dalam menjelaskan makalah di atas dengan sumber- sumber yang lebih banyak.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penyusunan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
MAKALAH
Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang Ekonomi
DOSEN PENGAMPU : Muhammad Nur Hadi, S.Ag., M.Pdi
Disusun Oleh:
1. Muhammad Debi Wananda 202186010003
2. Muhammad Dorsata Suaka Pamungkas 202186010004
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN
ANGKATAN 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini yang berjudul “ Membangkitkan Nahdhotul Ulama dalam Bidang ekonomi” dapat selesai dengan tepat waktu
Kami selaku penulis mengucapkan terimakasih khusus nya kepada bapak dosen pengampu yang telah mendapingi kita, serta teman – teman yang sudah mendukung dan memberi semangat sehingga kami menyelesaikan makalah ini dengan baik.
kami sadar bahwa manusia tidak luput dari kesalahan maka dari itu kami meminta maaf jika ada salah kata dalam penulisan maupun ucapan yang tidak berkanan dihati. Kami juga masih membutuhkan saran dan kritik guna untuk membangun semangat agar kedepan bisa lebih baik lagi.
Pasuruan, 14 Desember 2021
Penulis
\ DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………................................…
DAFTAR ISI ………………………………………….……................................….
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………................................
A. Latar Belakang ……………………................……………………..
B. Rumusan Masalah ……………………………….................………
C. Tujuan Penulisan …………………………………….................…..
BAB II PEMBAHASAN ……………………………….........................……….
A. Sejarah LPNU……..........................……
B. Peran LPNU ……………………………..
C. Upaya Menciptakan Pemberdayaan Ekonomi ………………............
BAB III PENUTUP ……………………………….............................…………
A. Simpulan ……………………………………………..........………
B. Saran ……………………………………………………….........…
DAFTAR PUSTAKA …………….............................………………………….
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagi orang beragama, berekonomi adalah perintah Allah swt dan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan ajaran dan hukum agama. Berekonomi adalah sarana mutlak untuk memelihara kelangsungan hidup di dalam hidup itulah orang dapat ibadah, berbuat sesuatu untuk kepentingan agama, bangsa dan Negara.
Berekonomi dalam Islam bukan sekedar memenuhi kebutuhan pokok bagi diri sendiri dan keluarga. Islam mendorong secara tegas supaya pemeluknya memiliki harta benda yang berlebih dari kebutuhan pokoknya sehingga mampu melaksanakan kewajiban berzakat. Mampu berzakat berarti memiliki harta benda sedikitnya satu nisab. Islam tidak menyenangi kemiskinan bahkan mengajarkan pemberantasan kemiskinan antara lain dengan kewajiban membayar zakat.
NU tidak melupakan aspek ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama.
Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi.)
B. Rumusan masalah
1. Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama) ?
2. Peran LPNU di Kalangan Masyarakat ?
3. Bagaimana upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU ?
C. TUJUAN MASALAH
1. Mengetahui Sejarah LPNU ( Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama)
2. Mengetahui Peran LPNU di Kalangan Masyarakat
3. Mengetahui dan paham akan upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH LPNU
Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada 31 Januari 1926 sebagai oraganisi keagamaan pada awalnya bertujuan untuk melawan gerakan islam modern yang bertujuan meruntuhkan islam tradisionalis. Sebelum NU didirak pada tahun tersebut sudah ada lembaga yang sudah lebih awal berdiri dan menjadi tiang berdirinya NU yang juga didirikan oleh para Kyai dan ulama NU sepeti Nahdlatul Wathon berdiri tahun 1914, Nahdlatu Tujjar berdiri 1918, Tafarul Afkar berdiri 1918. Setelah NU didirikan dimasa perjuangan merebutkan kemerdekaan Negara Indonesia yang masih tinggihnya persoalan yang dialami pada wakti itu seperti keagamaan, soisial, perekonomian. Dalam mengantisipasi masalah ekonomi masyarakat pada saat itu. para ulama mengembangkan koperasi syirkah Mu‟awwanah pada tahun 1937 yang diketuai oleh KH Mahfoed Siddik yang bertujuan meluasakan jaringan perdagaan antar jamaah dan pondok pesantren yang menghasilkan produk pertanian, usaha kecil yang dibuat oleh para anggota, jamaah nahdliyin dan masyarakatan seperti sajadah, rokok, pakaian, sarung dan produk-produk lainnya yang diperbolehkan ,bedasarkankan produk tersebut dengan menggunakan logo resmi Nahdlatul Ulama. Para kyai dan tokoh masyarakat didorong mendirikan toko sendiri untuk menjualnya di pesantren dan lingkungan sekitar.
Pada berkembangnya zaman Nahdlatul Tujjar yang digagas oleh para kiai dan ulama NU mengalami terbengkalai karena pada waktu itu NU masuk pada tataran politik praktis sehingga mengakibatkan surutnya lembaga NU yang bergerak dibidang perekonomian. Dalam periode selanjutnya NU harus memiliki lembaga yang konsen dalam bidang ekonomi sehingga munculah gagasan untuk mendirikan lembaga perekonomian akhirnya pada tahun 1992 gagasan tersebut terealisasi dengan berdirinya suatu lembaga perekonomian NU yaitu LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama)
tujuan LPNU adalah untuk memberdayakan warga nahdliyin dalam bidang ekonomi agar mampu bersaing secara ekonomi baik ekonomi kreatif maupun dibidang jasa, harapannya bisa dijadikan wadah perekonomian warga NU secara khusus dan warga masyarakat sekitar.
B. PERAN LPNU
Peran LPNU di bidang ekonomi dalam program kerjanya yang permanen, karena seluruh warganya berekonomi dan dalam berekonomi itu harus ditaati dan diikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh agama. Dalam Anggaran Dasar Nahdlarul Ulama pasal 6 huruf d ditegaskan bahwa di bidang ekonomi, “mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan”. Dengan demikian jelas bahwa kesejahteraan umat merupakan masalah yang menjadi perhatian utama Nahdlatul Ulama dalam kiprahnya di bidang ekonomi
Pedoman Program Perekonomian Nahdlatul Ulama didasarkan pada pokok-pokok ajaran agama dalam berekonomi, yaitu:
• Mendorong para anggota untuk meningkatkan kegiatan berekonomi demi meningkatkan kemampuan ekonominya.
• Membimbing para anggotanya supaya dalam berekonomi selalu menaati dan mengikuti hukum dan ajaran Islam.
Berangkat dari pokok-pokok ajaran di atas, maka Nahdlatul Ulama dapat mewujudkannya dengan cara :
• Membentuk koperasi tingkat bawah yang tumbuh dari kebutuhan nyata.
• Menciptakan jaringan-jaringan kerja ekonomi antara tingkat pedesaan dengan pedesaan, perkotaan dengan perkotaan, dan pedesaan dengan perkotaan.
• Nahdlatul Ulama selalu mengajukan gagasan, ajakan dan pengawasan tentang penentuan skala prioritas pembangunan yang dilaksanan oleh pemerintah.
NU juga mengembangkan ekonomi dengan mendirikan pesantren karena terbukti sangat efektif. Letak pesantren yang pada umumnya di pedesaan memungkinkan lembaga ini memahami persoalan-persoalan desa sehingga gagasan-gagasan pengembangan kesejahteraan yang datang dari luar dapat diserap dengan baik oleh masyarakat setelah diolah dan disampaikan oleh pesantren. Disamping itu, NU juga memiliki perangkat organisasi yang mendukung program ekonominya, seperti : lembaga perekonomian dan lembaga pengembangan pertanian.
C. UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI
Dalam Dalam usaha meningkat perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik pola pemberdayaan ekonomi harus dilakukan tepat kepada masyarakat yang memang membutuhkan atau kesulitan Dengan demikian upaya untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat LPNU menjalankan dua pola pemberdayaan ekonomi masyarakat diantaranya :
1. Menciptakan Wirausaha baru
Menciptakan wirausaha baru dengan pembinaan atau beberapa tahap kegiatan yang bertujuan menjadikan seorang wiraswasta mempunyai bekal dalam menghadapi dunia kerja yakni perlu dilakukannya. Pertama, memberikan pelatihan, dimana calon wirausahawan diberikan pengetahuan dan pemahaman 76 tentang konsep wirausaha dan memberi tahu apa kendala yang sering dalam dunia wirausaha secara menyeluruh dengan tujuan mengembangkan wawasan secara aktual dan pengetahuan berwira usaha seara multi aspek
2. Pola pendidikan
Bentuk pola pemberdayaan ekonomi yang kedua ialah pendidikan, karena salah satu faktor penyebab kemiskinan itu minimnya tingkat pendidikan dan yang alami oleh seseorang. Jadi faktor penting dalam mengatasi kemiskinan adalah sektor pendidikan. Kebanyakan kemiskinan bersifat turun-menurun dari orang tua keanaknya. Dalam pola pemberdayaan untuk pendidikan bisa dilakukan dengan cara yaitu. Pertama, dengan memberikan beasiswa untuk anak-anak, untuk mengurangih beban orang tua yang tidak mampu dan meningkatkan kemauan untuk belajar kepada anak-anak. dalam hal ini NU sebagai organisasi lewat lembaga pendidikan sudah memberikan beasiswa kebanyak anak-anak diseluruh Indonesia, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Karena dalam 77 upaya meningkatkan kualitas seseorang pendidikan menjadi faktor penting dalam perubahan tersebut, pedidikan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Negara
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas maka kami dapat menyimpukan bahwa peran LPNU yaitu menciptakan perekonomian yang stabil dan memberikan upaya dalam peningkatan ekonomi melaui menciptakan wirausaha baru dan melalui pola pendidikan karena pendidikan mempengarungi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.
B. SARAN
Menyadari bahwa penilis masih jauh dari kata sempurna kedepannya penyusun akan fokus dan detail dalam menjelaskan makalah di atas dengan sumber- sumber yang lebih banyak.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penyusunan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.